Target 300 Ribu Wisman, Lampung Ikuti Sales Mission di Australia

Tidak berpuas diri dan sudah merasa cukup, Pariwisata Lampung terus berupaya melebarkan pasar pariwisatanya. Ada kabar bagus buat pemasaran pariwisata Lamung, besok, pada hari Selasa (23/07/2019), Pemerintah Provinsi Lampung ikut bepartisipasi dalam acara Sales Mission yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata RI di Kota Adelaide Australia.

Ada 2 (dua) industri pariwisata Lampung yang dibawa ke acara Sales Mission di Adelaide Australia; yaitu wisata selam Pulau Tangkil Resort dan Lampung Dive Center yang diwakili oleh Isrinaldo dan wisata selancar diwakili oleh Jason Gary King dari Damai Bungalow Krui.

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Arief Nugroho, menjelaskan kepada KelilingLampung.net, atas dasar permintaan dari buyer di Australia lah Pemprov Lampung melalui Dinas Pariwisatanya, mengajak pengelola wisata selam dan wisata selancar Lampung.

“Banyak potensi wisatawan Australia yang mencari wisata selancar dan wisata selam di Lampung. Oleh karena itu 2 pengelola wisata tersebutlah yang kami ikutsertakan dalam acara bertajuk Sales Mission Rediscover Bali 2019 ini,” Jelas Arief.

Rombongan Lampung yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Chusnunia Chalim mendapat kesempatan presentasi di Adelaide. tanggal 23 Juli yang dilangsungkan di Adelaide. Sedangkan acara Sales Mission-nya sendiri berlangsung 2 hari, termasuk tanggal 30 Juli di Brisbane.

Baca juga:
* 9 Foto Instagram Ujung Bocor Surfing Spot, Lokasi Krui Pro 2019

Lampung Ikuti Sales Mission di Australia - mayfair hotel adelaide - pariwisata lampung
Mayfair Hotel Adelaide, lokasi berlangsungnya Sales Mission yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata RI, pada 23 Juli 2019.

Indonesia menjadi destinasi urutan kedua pilihan outbound asal Australia (Tahun 2018), sehingga kegiatan pemasaran harus gencar dilaksanakan untuk menggaet atensi pasar, menjadikan Indonesia sebagai pilihan outbound utama mereka.

Kegiatan ini ideal dilaksanakan di pasar utama Australia, yakni New South Wales, Victoria, dan Western Australia karena ketiga wilayah ini memiliki pertumbuhan outbound turis pada tahun 2017.

Menurut data dari Airport Traffic per O&D Sept 2017, ABS.GOV.AU, ketiga wilayah tersebut menyumbang 730.602 wisatawan ke Indonesia. Ada kenaikan 40.161 wisatawan dibandingkan di tahun 2016 yaitu sebanyak 690.441 wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Qudrotul Ikhwan menambahkan, ada 15 industri pariwisata Indonesia yang diajak Kementerian Pariwisata RI menjadi peserta sales mission. Porsi paling banyak adalah dari Bali sebanyak 13 industri dan 2 industri dari Lampung.

“Kita memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program dan kepedulian Kementerian Parwisata yang mengikutsertakan Pemprov Lampung dalam delegasi ini,” Ungkap Qudrotul.

Qudrotul Ikhwan memaparkan, Lampung kedatangan sebanyak 250.000 wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2018. Tahun 2019 Lampung menargetkan sebanyak 300.000 wisman.

“Untuk mencapai target tersebut kita memerlukan langkah-langkah strategis dan efektif. Oleh karenanya, forum ini akan kita manfaatkan secara maksimal untuk lebih mengenalkan potensi wisata dan pesona Lampung di mancanegara, khususnya kepada warga Australia,” Pungkasnya.

Baca juga:
* Seni Budaya Lampung Hadir di Tengah Kota Zagreb Kroasia

Bagimana pendapatmu mengenai keikutsertaan Lampung dalam acara Sales Mission yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata RI di Australia ini?

Apa kamu yakin target kunjungan wisatawan mancanegara ke Lampung di tahun 2019 bisa mencapai 300 ribu orang?

KIta doakan saja ya, usaha Pemerintah Provinsi Lampung dalam memasarkan pariwisata Lampung di Adelaide Australia bisa membuahkan hasil memuaskan. Karena pada akhirnya masyarakat Lampung yang berada di sekitar destinasi wisata lah yang bisa langsung menerima manfaatnya.


Ayo bagikan ke kawan-kawanmu yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *