Bendungan Way Rarem di Lampung Utara

Foto Gambar Bendungan Way Rarem Abung Pekurun Lampung Utara - Yandigsa.jpg
Bendungan Way Rarem di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara. (Foto: Yandigsa)

Bendungan Way Rarem – Di era tahun 1980-1990an, Lampung Utara memiliki ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Ramai dikunjungi oleh wisatawan, walaupun fungsi utamanya bukan untuk pariwisata.

Bendungan Way Rarem adalah bendungan yang berada di Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara. Memiliki luas 49,2 hektar, airnya bisa untuk mengairi lahan pertanian seluas 22.000 hektar.

Diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada tahun 1984.

Di sisi pariwisata, bendungan dan air yang menggenanginya menjadi daya tarik utama. Banyak wisatawan yang ingin melihatnya secara langsung. Suasana perkampungan dan alam di sekitarnya menjadi daya tarik tambahan.

Baca juga:
* 15 Air Terjun Tersembunyi yang Indah di Lampung Utara

Lokasi dan Rute Menuju Bendungan Way Rarem

Bendungan Way Rarem berada di arah Barat Daya dari Kotabumi. Tepatnya berjarak sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sedangkan dari Kota Bandar Lampung, jaraknya sekitar 130 kilometer. Memerlukan waktu 2 jam 30 menit berkendara, via Tol Natar dan keluar di Gerbang Tol Terbanggi Besar.

Rute dari Bandar Lampung via tol adalah ruter tercepat yang bisa kamu pilih.

Keluar Gerbang Tol Terbanggi Besar, arahkan kendaraan ke Kotabumi. Belok kiri di Tugu Payan Mas ke arah Liwa.

Sekitar 13 kilometer dari Tugu Payan Mas, akan ada penunjuk jalan bertuliskan Bendungan Way Rarem. Belok ke kiri lalu sekitar 6 kilometer kamu akan tiba di pintu masuk area bendungan.

Alamat

Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun
Kabupaten Lampung Utara, Lampung

Peta

Harga Tiket Masuk Bendungan Way Rarem

Jam Buka

Pesona Bendungan Way Rarem

Foto Gambar Bendungan Way Rarem Abung Pekurun Lampung Utara - methaaaaaaaaaaaa.jpg
(Gambar: IG @methaaaaaaaaaaaa)

Melintasi Jalan Lintas Sumatera setelah Terbanggi Besar akan terasa nyaman. Karena sudah jarang kendaraan besar yang melewati rute ini. Walaupun ada, namun tidak sebanyak di ruas Bandar Lampung – Gunung Sugih.

Setelah melewati Kotabumi, jalanan akan terasa lebih lengang. Suasana perkampungan khas Sumbagsel akan terlihat di sisi kiri dan kanan jalan.

Memasuki Jalan Raya Way Rarem suasana perkampungan dan perkebunan akan menghiasi perjalanan. Jalanan lebih sepi, kita bisa berkendara dengan santai.

Setelah melewati SMA 1 Abung Pekurun, kita akan menjumpai pintu masuk area bendungan di sisi kanan jalan. Memasuki area ini kita akan disambut dengan lahan yang ditanami pepohonan. Serta area terbuka di tepi bendungan.

Masih ingat, di tahun 1980an pernah mengunjungi tempat ini bersama orangtua. Waktu itu terlihat lumayan ramai yang datang.

Di tahun 1990an juga sama, bendungan ini menjadi salah satu destinasi andalan Lampung Utara. Sering mendapat ajakan dari kawan sekolah atau kawan main untuk berkunjung kemari.

Mungkin masih ada yang ingat, beberapa artis ibukota pernah tampil di Way Rarem ini. Salah satunya adalah Evie Tamala yang sempat menggelar show di sini.

Dulu waktu ramai juga ada kebun binatang mini di sini. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai permainan air.

Saat ini semua atraksi wisata tersebut tidak bisa kamu jumpai. Namun kamu tetap bisa menikmati suasana yang tenang di tepian waduk.

Dan tentu saja masih ada view bendungan dengan alam di sekitarnya yang tetap memesona.

Bendungan yang dibangun selama 3 tahun ini (1981-1984) sebenarnya menyimpan banyak potensi. Selain tentu saja sebagai sumber air untuk lahan pertanian berbagai daerah.

Air dari Way Rarem ini bermanfaat bagi para petani di Kecamatan Abung Timur, Kotabumi, Tulang Bawang Udik, dan Tulang Bawang Tengah.

Waduk pengendali banjir ini juga menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar. Mereka membuat Keramba Jaring Apung (KJA) yang bisa kamu lihat saat berkunjung.

Budidaya ikan keramba di waduk lumayan juga menambah penghasilan rutin warga.

Di sekitar bendungan, masih banyak pepohonan yang rindang. Namun harus diakui juga, banyak juga lahan di sekitar yang ditanami pohon kelapa sawit.

Semoga saja bendungan yang masa layanannya masih sekitar 25 tahun lagi ini bisa terus bermanfaat ya. Bermanfaat untuk ketahanan pangan di sektor pertanian karena fungsi irigasinya.

Juga bermanfaat bagi penghidupan masyarakat sekitar karena bisa menamfaat bendungan untuk membuat keramba ikan.

Dan tidak kalah penting adalah fungsinya sebagai tempat wisata juga bisa hidup kembali. Kalau bendungan ini ramai tentu akan membawa manfaat untuk warga juga.

Baca juga:
* Bukit Batubara Linggapura di Lampung Tengah yang Memesona

Kesimpulan

Meskipun sudah tidak seramai dulu, bendungan ini tetap saja layak untuk dikunjungi. Bukan keramaian dan berbagai atraksi buatan yang bisa dinikmati. Namun suasana alam sekitar dan ketenangan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan.

Di sini kamu bisa duduk-duduk di tepi bendungab. Melihat bagaimana bentuk pintu bendungan yang menahan air sebelum dialirkan ke berbagai wilayah.

Kalau bosan di satu titik, bisa pindah ke sisi lain bendungan. Mencari view terbaik yang bisa kamu rekam melalui kamera HPmu.

Yah… Semoga saja Bendungan Way Rarem di Lampung Utara ini bisa kembali jaya dan ramai ya.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *