Gunung Pesagi di Lampung Barat, Indah Dipandang Seru Didaki

Foto Gambar Gunung Pesagi Lampung Barat - andi_hendri - pariwisata_lampungbarat
View Gunung Pesagi Lampung Barat dari kejauhan. (Foto: IG @andi_hendri via @pariwisata_lampungbarat)

Gunung Pesagi – Mendaki gunung menjadi passion dan hobi bagi banyak anak muda. Akan memberikan sensasi dan pengalaman tak terlupakan hingga masa tua. Di Lampung, kamu bisa mencoba gunung tertinggi yang dimiliki daerah Sai Bumi Ruwa Jurai ini.

Gunung Pesagi adalah gunung dengan tertinggi di Lampung. Puncaknya berada di ketinggian 2.262 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki bisa memilih jalur pendakian yang ekstrim dan yang lebih ringan.

Bagaimana jalur dan estimasi / perkiraan lama waktu pendakian? Apa saja keunikan dan keindahan gunung ini? Simak terus ya artikel ini sampai selesai 🙂

Baca juga:
* Temiangan Hill ‘Negeri di Atas Awan’ Lampung Barat

Lokasi Gunung Pesagi

Lokasi Gunung Pesagi Lampung Barat - Budhi Marta Utama
(Foto: Budhi Marta Utama)

Gunung ini tidak sepenuhnya berada di Provinsi Lampung. Karena ada sebagian lerengnya yang masuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Tepatnya masuk wilayah adminsitrasi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

Dan lebih dari setengahnya masuk wilayah administratif Provinsi Lampung, yaitu di Kabupaten Lampung Barat.

Posisi puncaknya masih masuk wilayah Lampung. Berada di arah Utara – Timur Laut Liwa.

Gunung ini berjarak sekitar 245 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung. Waktu tempuhnya sekitar 5 jam 30 menit. Belum termasuk waktu tempuh ke puncaknya.

Peta Gunung Pesagi Lampung Barat

Berikut ini lokasi Mount Pesagi di Peta Google.

Lama Pendakian Gunung Pesagi

Lama Waktu Pendakian Gunung Pesagi Lampung Barat - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 2
Lama/waktu pendakian tergantung dari kecepatan jalan dan banyaknya waktu isitirahat. (Foto: dok Farhan Pangkey)

Untuk mendaki hingga ke puncak, lama waktunya tergantung dari mana titik start pendakian. Juga kondisi fisik serta kecepatan mendaki. Serta frekuensi berhenti istirahat di tengah perjalanan.

Namun rata-rata pendakian membutuhkan waktu antara 5 – 9 jam.

Jalur Pendakian Gunung Pesagi

Jalur Pendakian GunungPesagi Lampung Barat - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 3
Panorama selepas Pekon Hujung. (Foto: dok. Farhan Pangkey)

Yang kami ketahui, ada beberapa jalur pendakian menuju puncak Pesagi. Ada yang memulai dari Pekon (desa) Bahway dan ada juga yang memulai dari Pekon Hujung.

Pekon Hujung ada di arah Timur lereng gunung. Sedangkan Bahway berada di sisi Selatan – Barat gunung.

Saat terakhir kali mendaki, kami memilih untuk start dari Pekon Hujung. Dengan alasan, jalur pendakian dari sini tidak se-ekstrem kalau berangkat dari Bahway.

Kami memilih jalur pendakian dari Hujung dan turunya melalui jalur pendakian Bahway.

Dari Hujung, kamu akan mendapatkan jalur dengan tangkup pepohonan yang lebih lebat dan rindang. Kalau dari Hujung di beberapa spot kamu masih banyak melihat pemandangan di bawahnya.

1. Jalur Pendakian Gunung Pesagi via Hujung

Bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum mendaki.

Pekon Hujung – Pintu Rimba

Jalur Pendakian GunungPesagi Lampung Barat - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 1
Pintu Rimba. (Foto: dok. Farhan Pangkey)

Dari Pekon Hujung ke pintu rimba berjarak sekitar 4-5 kilometer. Banyak yang menyebutnya pintu rimba, karena di situlah kita mulai memasuki area hutan yang rapat pepohonannya.

Kamu bisa memilih berjalan kaki atau naik ojek dari perkampungan. Sewa ojek gunung (ojek kebun) sekitar Rp. 100.000/motor. Dengan ojek waktu tempuhnya sekitar 30 menit. Kalau berjalan kaki sekitar 1,5 – 2 jam, tergantung kecepatan jalan.

Kamu akan menjumpai persimpangan dengan view indah kebun kopi dengan latar belakang Gunung Pesagi. 15 menit berjalan akan menjumpai sebuah warung yang terkenal di kalangan pendaki Pesagi.

Di warung ini bisa makan gorengan serta minum kopi atau teh. Di dekat warung ada sumber mata air yang airnya mengalir terus.

Pintu Rimba – Camp Ground

Istirahat di camp groun pendakian Pesagi - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 6
Istirahat sejenak di camp ground. (Foto: dok. Farhan Pangkey)

Jalur ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam. Di sini kamu bisa istirahat, sholat, makan (ishoma). Karena di sini ada mata air.

Namun sebaiknya tidak menginap di sini. Ada semacam larang tidak tertulis untuk tidak menginap. Untuk alasan keamaan dari binatang liar sepertinya.

Camp Ground – Puncak

Jalur ini membutuhkan waktu pendakian sekitar 4,5 – 5. Tergantung dari kecepatan dan kekuatan fisik pendaki.

Selama dalam perjalanan di jalur ini, kamu akan melihat view sekitaran Gunung Pesagi saja. Sekelilingnya hanya ada pohon lebat dan tinggi besar.

Juga bisa melihat akar-akar pohon yang besar serta ciri khas hutan hujan. Serta akan mendengarsuara samar-samar binatang yang hidup di dalamnya.

Kurang lebih 20 menit sebelum tiba di puncak, kamu bakal mendapat suguhan view ke arah Barat yang indah. Bisa melihat bukit, kabut, atau awan yang menutupinya. Apalagi kalau tiba di posisi ini sore menjelang matahari terbenam. Bakal lebih ajib lagi viewnya.

Baca juga:
* Pesona Wisata Suoh Lampung Barat

2. Jalur Pendakian Gunung Pesagi dari Bahway

Foto Gambar Gunung Pesagi Lampung Barat - mariaulfaw-1610112481009
(Gambar: IG @mariaulfaw)

Berikut ini jalur yang bisa kamu tempuh via Bahway. Kami sadur dari akun instagram @galihfebianto_.

  • Rumah Bapak Deddy – Pintu Rimba (sekitar 2 jam)
  • Pintu Rimba – Bivak Sar (1 jam)
  • Bivak Sar – Shelter (1 jam)
  • Shelter – Penyabungan (40 menit)
  • Penyabungan – Puncak Pesagi (1 jam 15 menit)

Total lama perjalanan via jalur ini adalah sekitar 6 jam, tanpa menghitung waktu istirahat.

Kalau ditambah waktu istirahat selama di perjalan dan selama di check point di atas, bisa sekitar 8-9 jam.

Tergantung dari kecepatan jalan dan berapa lama istirahat di sepanjang jalur pendakian.

Puncak Pesagi

Kalau kamu menjumpai tugu yang berada di area terbuka, berarti kamu sudah mencapai puncaknya. Tugu ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Dari puncaknya, kamu bisa memandang daerah Lampung Barat, dan sebagian OKU Selatan. Termasuk bisa melihat Danau Ranau di kejauhan.

Cerita Mistis dan Misteri Gunung Pesagi

Bagi sebagian orang, Gunung Pesagi terkenal karena cerita-cerita atau kisah mistisnya. Bahkan ada beberapa publik figur yang sengaja datang ke puncaknya untuk berdoa. Biasanya minta dilancarkan segala urusan. Termasuk minta sukses menjadi pemimpin atau usahanya.

Selain itu cerita dan aura mistis yang kental di puncaknya adalah sumur 7. Lokasi sumur ini berada di area sebelum puncak. Ada jalur turun yag terlihat curam dan ada plang bertuliskan “Sumur 7”.

Kalau kamu ke sumur ini kamu akan melihat 7 (tujuh) lubang yang ukurannya tidak terlalu besar. Semuanya berisi air yang bersih dan segar.

Mitosnya adalah, ternyata tidak semua sumur berisi air. Dikatakan, hanya orang-orang yang memiliki hati bersih yang bisa melihat semua sumur berisikan air.

Cerita mitos lainnya adalah adanya tangga gaib menuju langit dari Puncak Pesagi.

Diceritakan pula bahwa lereng Gunung Pesagi adalah asal muasal Suku Tumi, cikal bakal berdirinya Kerajaan Sekala Brak.

Kerajaan ini yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai cikal bakal Suku Lampung.

Pesona Gunung Pesagi

Hutan di gunung ini adalah kawasan hutan lindung yang memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan.

Dalam sebuah penelitian diungkapkan bahwa, mayoritas pepohonan di gunung ini adalah berdiameter antara 10,1 – 19,9 centimeter (cm).

Kamu bisa juga melihat Pohon Rasamala (Altingia excelsa) di gunung ini. Pohon jenis ini bisa memproduksi hasil hutan kayu.

Tidak disebutkan apakah di Pesagi ada pohon Rasamala ini yang berusia sangat tua atau tidak. Karena semakin tua ukuran diameternya bisa mencapai 3-4 meter.

1. Anggrek Kantung Semar

Sudah pernah melihat tanaman Anggrek Kantung Semar? Tanaman ini termasuk tanaman yang dilindungi. Kalau kamu bisa menjumpainya saat ke gunung ini, cukup dilihat saja ya.

Apalagi kalau kamu lihat sudah ada bunganya. Cukup dipandang atau difoto saja.

2. Hutan lumut

Foto Gambar Hutan Lumut Hutan Lindung Gunung Pesagi Lampung Barat - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 4
Hutan lumut. (Foto: dok. Farhan Pangkey)

Selain keunikan aneka ragam tumbuhan, salah satu keunikan dan keindahan Pesagi adalah adanya hutan lumut.

Bayangkan saja kamu berada di antara pepohonan yang rindang yang batangnya ditumbuhi lumut.

Bentuk pohon dengan batang bewarna hijau karena adanya lumut, tentu menambah eksotis area ini. Jangan sampai terlewat untuk memotret di sini.

Bisa foto dengan view situasi yang eksotis ini. Atau foto bersama kawan-kawan dan foto selfie.

Area ini sangat fotogenik. Memotret pakai kamera DSLR atau kamera HP, akan menghasilkan foto-foto yang unik dan menarik.

3. Penyambungan

Foto Gambar Penyambungan  Pesagi - kelilinglampung.net - Farhan Pangkey - 5
Penyambungan dilihat dari sudut yang lebih tinggi. (Foto: dok. Farhan Pangkey)

Pendaki yang memilih jalur pendakian melewati Bahway, akan melewati Penyambungan.

Penyambungan adalah jalan setapak yang sempit. Di kanan kirinya tebing (lembah) yang menurun.

Di Penyambungan tidak ada pepohonan yang tinggi dan rindang. Sehingga dari sini kamu bisa melihat pemandangan lereng gunung di sekitar.

4. Gunung Tertinggi di Lampung

Dengan puncak yang berada di ketinggian 2.262 mdpl, otomatis menjadikan Pesagi sebagai gunung tertinggi yang ada di Provinsi Lampung.

Tidak begitu tinggi dibandingkan dengan gunung-gunung terkenal lain di Pulau Jawa atau di Sumatera. Namun demikian tetap saja layak dijajal berbagai tantangannya.

Di beberapa titik jalur pendakian kamu bisa melihat dan merasakan jalur yang terjal. Bahkan ada yang dipasang tali untuk memudahkanmu saat mendaki.

5. Hutan Lindung dengan Vegetasi Cukup Baik

Hutan Lindung Gunung Pesagi termasuk hutan primer dengan tingkat kerapatan tegakan cukup. Penutup tajuknya sekitar 40-70 persen. Kondisi vegetasinya pun cukup baik.

Hutan Lindung Gunung Pesagi juga mempunyai 337 jenis tumbuhan yang terdiri dari 222 jenis tumbuhan non anggrek dan 115 jenis anggrek.

Keanekaragaman tumbuhan di Hutan Lindung Gunung Pesagi juga memiliki potensi yang tinggi sebagai tanaman hias, tanaman buah, tanaman kayu, dan tanaman obat.

Adanya pendekatan kepercayaan dan keagamaan di sekitar gunung ini ternyata efektif untuk menjaga ekosistem. Berbagai cerita yang tumbuh di sekitar gunung bisa menjadi cara yang bagus untuk menjaga keanekaragaman hayati di sini.

Baca juga:
* Pesona Air Terjun Semantung di Lampung Barat

Kesimpulan

Mencoba sesuatu yang menantang bisa jadi sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Apalagi ini adalah puncak tertinggi yang dimiliki oleh Provinsi Lampung.

Melihat jalur dan lama pendakian, gunung ini bisa dijelajaih dalam waktu 1 hari. Atau paling tidak 1 hari 1 malam. Bahkan ada yang sengaja datang untuk ‘berdoa’, bisa naik dan turun dalam 1 hari saja.

Sedangkan kamu yang benar-benar pendaki gunung, bisa memiliki banyak alternatif. Tidur di area sekitar puncak bisa menjadi pengalaman unik dan menyenangkan.

Tidur dengan suhu dingin khas pegunungan di tengah hutan rimba. Bisa merasakan sejuknya dan segarnya udara gunung. Dan tentu saja berada jauh dari kebisingan kota. Karena suasana di puncak gunung pasti sepi. Hanya ada suara angin dan dahan yang bergesekan dan suara hewan-hewan di sekitar.

Ada rencana mendaki Gunung Pesagi di Kabupaten Lampung Barat, gunung tertinggi di Provinsi Lampung?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *