Penangkaran Penyu Muara Tembulih, Lepasliar Tukik ke Lautan

Penangkaran Penyu Muara Tembulih - Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur - 1
Penangkaran Penyu Muara Tembulih - Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur - 1
Anak penyu (tukik) ini sedang bergerak cepat menuju laut. Segera kembali ke habitat aslinya dari Penangkaran Penyu Muara Tembulih (Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur). (Foto: dok. yopie pangkey/kelilinglampung.net)

Penangkaran Penyu Muara Tembulih – Jauh-jauh pelesiran ke Kabupaten Pesisir Barat tentu wisatawan ingin berkunjung ke banyak tempat. Agar jauhnya perjalanan sebanding dengan pengalaman wisatanya.

Penangkaran Penyu Muara Tembulih bisa menjadi destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Sebuah tempat penetasan telur penyu yang kemudian dilepasliarkan kembali ke lautan lepas.

Baca juga:
* ‘Angel Waterfall’ Way Campang, Air Terjun Indah di Krui

Konservasi penyu ini dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Bekerja sama dengan ‘Kelompok Penyu Dwi Lestari’ yang diketuai oleh Pak Akhyar. Ia sedari awal turun langsung dan belajar banyak mengenai perilaku penyu bertelur di kawasan ini.

Lokasi

Penangkaran penyu ini berada di Pekon Muara Tembuli, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat.

Dari arah Kotaagung berada sekitar 25 kilometer sebelum Pantai Tanjung Setia. Sedangkan dari Pasar Krui berjarak sekitar 47 kilometer. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam berkendara.

Dari arah Kotaagug, di Pekon Muara Tembulih kamu akan menjumpai gerbang bertuliskan ‘Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Pesisir Barat’.

Dan ada plang kecil bertuliskan ‘Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur’.

Harga Tiket Masuk

Penangkaran Penyu Muara Tembulih - Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur - 5.jpg
Anak penyu (tukik). (Foto: dok. yopie pangkey/kelilinglampung.net)

Masuk ke area konservasi ini tidak dikenai biaya masuk. Jadi tidak ada tiket masuk yang harus dibayar.

Yang ada hanya biaya untuk melepaskan tukik (anak penyu) ke lautan. Biaya tersebut yang akan digunakan pengelola untuk membeli telur-telur yang diambil oleh warga sekitar.

Demikian menjadi solusi sementara akan adanya praktik ilegal jual beli telur penyu di area tersebut.

Jam Buka

Penangkaran Penyu Muara Tembulih - Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur - 4
(Foto: dok. yopie pangkey/kelilinglampung.net)

Tidak ada ketentuan mengenai jam buka atau jam operasional tempat ini. Namun biasanya wisatawan berkunjung saat hari terang.

Dan biasanya juga telah membuat janji dengan pengelola. Untuk memastikan adanya tukik yang bisa dilihat oleh pengunjung.

Karena kami pernah berkunjung di malam hari di tahun 2010 lalu. Untuk susur pantai dan melihat penyu yang mendarat yang ingin bertelur.

Daya Tarik

Penangkaran Penyu Muara Tembulih - Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur - 3
(Foto: dok. yopie pangkey/kelilinglampung.net)

Keunikan yang ditawarkan tempat ini adalah pengalaman unik melepas tukik ke laut. Untuk saat ini jangan berharap adanya fasilitas memadai di sini.

Kamu bisa mendengar Pak Akhyar bercerita mengenai spesies penyu yang sering terlihat di Pesisir Barat. Serta melihat dari dekat bagaimana bentuk telur dan anak penyu (tukik).

Di tahun 2010, setiap kami berkunjung selalu melihat banyak telur dan tukik yang ada di kolam penangkaran.

Tanpa membuat janji bisa langsung berkunjung kapan saja. Dan kami tidak pernah kecewa waktu itu karena tidak melihat penyu.

Namun saat ini, karena berbagai keterbatasan, kamu harus membuat janji jauh-jauh hari jika ingin singgah. Agar Pak Akhyar dan kawan-kawan bisa terlebih dahulu mencari telur penyu di sekitar.

Mungkin dengan cara ini masyarakat di sekitar bisa menjadi lebih sadar konservasi penyu. Dengan adanya orang yang datang mereka lebih sadar akan kelestarian penyu.

Diharapkan tentunya, dengan adanya pariwisata akan memberikan dampak positif. Bagi kelesarian penyu dan tak kalah penting adalah perekonomian masyarakat.

Untuk melepas penyu, kita tinggal berjalan menuju pantai yang ada di belakang. Pantainya luas dan memanjang. Jangan mencoba berenang di sini karena gulungan ombaknya sangat besar.

Begitu tiba di pantai, anak tukik akan terlihat menjadi lebih aktif bergerak. Seakan bersemangat untuk kembali ke rumah aslinya, yaitu lautan lepas.

Saat menaruhnya di pasir, anak penyu langsung bergerak cepat ingin memasuki air. Mungkin karena insting bawaan lahirnya ya.

Setelah masuk ke air dan gulungan ombak, tukik segera menghilang kalau ia bisa bergerak cepat mengatasi ombak.

Setelah menghilang kita hanya bisa berharap tukik tersebut bisa bertahan hidup dan menjadi besar dan dewasa. Dan pada akhirnya akan mengandung banyak telur dan kembali ke pantai.

Untuk menelurkan telur-telurnya dan menghasilkan anak turun penyu yang lebih banyak lagi.

Baca juga:
* ‘Desa Berdaya Homestay’ di Pantai Mandiri, Krui

Recommended

Dengan berbagai kekurangannya, tempat ini tetap sangat layak untuk dikunjungi. Untuk menambah wawasan dan kesadaran kita akan pentingnya kelestarian penyu.

Kamu bisa menghubungi anggota Kelompok Penyu Dwi Lestari Muara Tembulih sebelum berangkat. Agar tidak kecewa kalau tiba-tiba datang dan tidak bisa menemui satu orang pun di sana.

Melihat secara langsung bagaimana anak penyu dilepasliarkan ke lautan bebas. Selain rekreasi akan menambah pengtahuan dan kesadaran bersama akan pentingnya konservasi penyu di kawasan ini.

Ayo berkunjung ke Penangkaran Penyu Muara Tembulih di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.