Daftar Isi:
Pertama kali berkunjung ke Girimulyo di Lampung Timur saya melihat banyak sekali tanaman alpukat. Tumbuh di hampir semua pekarangan rumah warganya. Setelah banyak ngobrol akhirnya saya tahu kalau itu adalah Alpukat Siger ‘Ratu Puan’.
Alpukat Siger adalah varietas yang berasal dari Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Buahnya genjah (cepat berbuah) dan bisa mencapai berat 800-1.000 gram perbuah.
Alpukat Siger sudah memiliki tanda daftar hak kepimilikan yang dikeluarkan oleh PPVTPP Kementan. Terdaftar dengan nama ‘Alpukat Ratu Puan’ dengan nomor 1666/PVL/2021.
Baca juga:
* Panen Kelengkeng Itoh di Lampung Timur, Peluang Agrowisata!

Terima kasih sekali sudah diajak oleh kakak-kakak senio saya di bulan November 2020. Ada oom Ichwanto M Nuh (Om Buyung), Kak Wasik Ali, Kak Rozi Hasyim. Hari itu kami berangkat bersama ‘Goceng’ juga ke Desa Giri Mulyo.
Dan di sana sudah ada Pak Idi Bantara dan Ashadi Maryanto dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) KLHK.
Kami pun dikenalkan dengan mas Anto. Yang belakangan saya ketahui, dia lah pencetus alpukat siger yang sekarang sudah terkenal ke banyak daerah di luar Lampung.
Kali kedua dan ketiga berkunjung ke Girimulyo, sejarah dan asal muasal alpukat ini mulai terang di benak saya.
Asal Mula Alpukat Siger (Alpukat Ratu Puan)

Alpukat atau Avocad adalah tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Di sini kita tidak akan membahas sejarah tanaman ini masuk Indonesia ya.
Berbagai daerah di Indonesia sepertinya memiliki tanaman spesies Persea americana ini. Yang jelas tanaman dari Famili Lauraceae dan Genus Persea ini juga ada banyak di Provinsi Lampung.
Anto Abdul Mutholib (mas Anto) bercerita ke kami. Alpukat ini adalah warisan dari orangtuanya. Pada awalnya ia tidak terlalu yakin dengan hasil dari tanaman ini.
Bahkan ia mengaku hampir sama membabat habis semua pohon pokat yang ada di pekarangannya. Apalagi latar belakang pendidikannya bukan lah dari pertanian. Ia kuliah mengambil jurusan akuntansi lho
Singkatnya setelah Kepala BPDASHL WSS, pak Idi Bantara datang, pria kelahiran tahun 1969 ini semakin yakin untuk mempertahankan. Bahkan ia pun menjadi semakin semangat untuk mengembangkannya.

Secara perlahan mas Anto mulai melakukan uji coba di lahan seluas 5 hektar peninggalan almarhum sang ayah. Ia mengumpulkan biji alpukat dan melakukan persemaian.
Menggunakan metode baru, ia menyambung intres alpukat lokal berusia 39 tahun dengan bibit yang ia semai. Cara ini pada awalnya masih dianggap aneh oleh para petani lain.
Cara ini pun tidak semudah yang kita bayangkan. Bayangkan saja, dari 300 pohon induk yang ia kembangkan, hanya 1 yang yang hasilnya sesuai dengan yang ia harapkan.
Lalu dari 1 pohon tersebut ia terus melakukan penyempurnaan penyambungan intres. Dan singkatnya, akhirnya percobaan yang ia lakukan bisa sukses di terapkan di semua indukan.
Namun demikian tetap saja warga di sekitarnya masih belum bisa menerimanya. Walaupun sudah ia berikan secara cuma-cuma.
Berangkat dari kurang 10 orang yang mau-mau saja, mas Anto terus berupaya mengenalkan alpukatnya. Hingga akhirnya, sejak 2017, banyak petani yang mulai meliriknya. Dan perlahan mereka mulai mau mencoba mengembangkan metode yang sama.
Keunggulan Alpukat Siger

Lalu apa keunggulan atau kelebihan dari Alpukat Ratu Puan ini?
Berikut ini poin-poinnya:
- Cocok ditanam di dataran tinggi dan dataran rendah
- Bisa berbuah sepanjang tahun atau tidak mengenal musim.
- Tidak disukai ulat
- Karena tidak ada ulat, kandungan protein di dalam daging buah tidak berkurang
- Warna daging buah lebih kuning
- Dari ditanam bisa berbuah kurang dari 2 tahun (dengan pemupukan NPK sederhana)
- 1 pohon alpukat bisa panen lebih dari 60 kilogram.
- Berat buah bisa mencapai 800 gram bahkan lebih
Sejalan dengan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Dan yang patut kita banggakan juga adalah, penanaman pohon alpukat ini sejalan lho dengan programnya Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan RI. Yaitu program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Dengan banyaknya pohon alpukat di Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, mas Anto dan kawan-kawan sudah ikut mendukug sistem payangga kehidupan kita. Ikut serta memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan.
Sudah sukses dilakukan selama 5 tahun, konsep wanatani ini memilih tanaman alpukat sebagai skema perhutanan sosial. Dengan tetap mengangkat kearifan lokal yang sudah ada.
Kalau ke Desa Girimulyo saat ini, kamu bisa melihat bagaimana kawasan Register 38 mulai banyak tanaman keras alpukat.
Menyaksikan Panen

Saya beruntung bisa melihat secara langsung panen alpukat siger belum lama ini.
Saya ikut hadir panen alpukat di halaman rumah Pak Muhajir, warga Desa Girimulyo, pada hari Sabtu (04/12/2021).
Saya melihat langsung dari 1 pohon milik pak Muhajir itu bisa panen sebanyak 100 kilogram lebih. Dan uniknya kita bisa panen tanpa harus memanjat atau naik tangga. Karena di dahan-dahan rendahnya ada banyak dan rapat sekali buahnya.
Saat sudah mencapai 100 kilogram, saya lihat ada masih banyak buah-buah di dahan yang tinggi. Kalau ditotal mungkin bisa mencapai 150-200 kilogram dari satu pohon tersebut.
Video Panen Alpukat
Coba lihat serunya video panen di bawah ini
Harga Alpukat Siger Lampung

Kalau saja harganya Rp 20 ribu perkilogram, pak Muhajir hari itu bisa mendapatkan lebih dari Rp 2 juta dari panen 1 pohon. Bagaimana kalau punya 10 pohon? Bagaimana kalau 100 pohon ya?
Dan kalau sudah masuk supermarket, alpukat siger ini bsia mencapai harga Rp 40 ribu.
Baca juga:
* Gua Pandan di Giri Mulyo Lampung Timur, Unik dan Penuh Misteri
Kesimpulan
Saya teringat ada beberapa buah Indonesia yang memiliki embel-embel nama negara lain karena berukuran besar. Sangat disayangkan kalau alpukat kita ini bernasib sama.
Sungguh bersyukur Alpukat Siger sudah terdaftar di PPVTPP Kementan dengan nomor 1666/PVL/2021. Nama ‘Alpukat Ratu Puan’ tetap lah mengangkat harga diri kita bangsa Indonesia.
Bisa saja “PUAN” ini kita anggap sebagai singkatan Program Unggulan Alpukat Nasional ya
Masyarakat “Sai Bumi Ruwa Jurai”, khususnya masyarakat Lampung TImur, harus berbangga hati. salah satu warganya telah sukses mengembangkan alpukat varietas uggul baru.
Bagaimana dengan kamu? Sudah pernah mencicipi Alpukat Siger atau Alpukat Ratu Puan?