17 Tempat Wisata di Bandar Lampung

Tempat Wisata di Bandar Lampung – Kali ini Keliling Lampung coba membahas beberapa tempat wisata di Bandar Lampung. Tulisan ini hanya panduan saja. Kalau kamu punya vesi lain mengenai wisata Bandar Lampung silakan isi kolom komentar ya. Buat nambah-nambah referensi saya juga. Supaya bisa saya kunjungi dan saya foto.

Saat kumpul bersama kawan-kawan, sering kali mendapat pertanyaan “Kota Bandar Lampung ada apa?”. Susah-susah gampang menjawabnya. Tetapi biasanya akan saya tanya balik “Kamu sukanya apa/ngapain”. Wisata di Bandar Lampung yang KelilingLampung bahas kali ini mungkin tidak akan menjawab pertanyaan semacam itu. Tetapi paling tidak bisa menjadi rekomendasi atau panduan bagi yang tertarik/memerlukan info daya tarik yang ada di kota Bandar Lampung ini.

Mari kita datangi satu-persatu daya tarik kota Bandar Lampung yang kita sayangi ini yuk.

Koleksi Museum Lampung - Wisata Bandar Lampung - Yopie Pangkey

Salah satu koleksi Museum Lampung, rumah Kenali dari Lampung Barat.

Museum Negeri Lampung

Tempat wisata di Bandar Lampung yang kita bahas pertama adalah Museum Lampung. Museum ini terletak di Jl. ZA. Pagaralam, dekat lampu merah masuk kampus Unila. Juga tidak jauh dari terminal Rajabasa. Museum ini memiliki banyak koleksi seperti: benda-benda hasil seni, keramik dari negeri Siam dan negeri Cina dari jaman Dinasti Ming, stempel dan mata uang kuno berasal dari masa penjajahan Belanda.

Pada bulan Februari 2016, koleksi Museum Lampung berjumlah 4751. Ada koleksi geologika, biologika, numismatika/heraldika, filoqika, keramologika, seni rupa dan teknologika. Koleksi langka unggulan berupa bejana perunggu yang ditemukan di Sri Minosari Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Di lantai satu ada koleksi berbagai peninggalan prasejarah, benda-benda zaman Hindu – Budha, zaman kedatangan Islam, masa penjajahan, dan paska kemerdekaan RI. Di Lantai dua, ada koleksi aksesori dua sub-etnik Lampung. Saibatin dan Pepadun.

Tugu Adipura - Bundaran Gajah - Foto Udara Kota Bandar Lampung - Budhi Marta Utama

Kawasan bundaran Tugu Adipura (Foto: Budhi Marta Utama)

Tugu Adipura / Tugu Gajah

Tugu Adipura merupakan landmark di jantung kota Bandar Lampung. Tugu ini dikenal juga sebagai tugu gajah, karena ada 4 patung gajah di tengah kolam di bagian bawah tugu ini. Terletak di perempatan jalan di antara jalan Radin Intan, jalan A.Yani, jalan Jenderal Sudirman dan jalan Diponegoro.

Tugu adipura menjadi salah satu pilihan warga Bandar Lampung untuk bersantai menikmati kuliner jalanan seperti bandrek dan somay. Atau foto-foto bersama kawan-kawan dan keluarga. Terlihat lebih ramai di malam minggu. Di Minggu pagi, area sekitar tugu gajah dari pertigaan Gramedia jalan Raden Intan ditutup , dipakai untuk senam, jalan pagi, dan bermain warga kota.

Bambu Kuning - Pasar Tengah - Budhi Marta Utama

Kawasan Pasar Tengah – Bambu Kuning dilihat dari atas. (Foto: Budhi Marta Utama)

Bambu Kuning - Yopie Pangkey - Keliling Lampung

Keliling pasar tradisional Bambu Kuning bisa jadi menyenangkan. Ada tawar penawar harga antara penjual dan pembeli.

(Baca juga: 7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung )

Kawasan Jalan Kotaraja dan Pasar Bambu Kuning

Kawasan ini adalah pusat Kota Tanjungkarang dulu sekali. Banyak sekali saksi sejarah perkembangan kota Bandar Lampung di kawasan ini. Seperti Gereja Kristus Raja, Masjid Taqwa, Stasiun Kereta Api, Gedung Juang 45, Terminal Pasar Bawah, Pasar SMEP, dll.

Tempat-tempat tersebut sudah ada sebelum Bandar Lampung ramai seperti sekarang ini. Kita bisa bernostalgia dan mengira-ngira, seperti apa Tanjungkarang tempo dulu. Coba saja berjalan di Pasar Tengah, dari Plaza Pos ke Jalan Pangkal Pinang. Masih ada beberapa ruko lama yang bertahan. Kita bisa berburu pakaian dan kopi di sini.

Sedangkan Pasar Bambu Kuning adalah pasar tradisional yang paling terkenal di kota Bandar Lampung. Di situ ada beragam pakaian, perhiasan, cindera mata, perlengkapan acara adat, dll. Di dekatnya ada Gereja Marturia yang juga menjadi saksi sejarah kota Bandar Lampung.

Masjid Al Anwar - Kota Bandar Lampung - Yopie Pangkey

Tiang-tiang ini adalah bagian masjid di awal mula dibangun.

Masjid Al-Anwar

Masjid ini didirikan pada tahun 1875, 8 (delapan) tahun sebelum meletusnya Gunung Krakatau dengan dahsyatnya. Berada di Jalan R.E. Martadinata di kawasan Kampung Palembang, Teluk Betung. Masjid yang sudah pernah dipugar pada tahun 1888 ini masih digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim sampai sekarang.

Pernah terkena sapuan tsunami setinggi 40 meter akibat letusan Krakatau, namun tetap berdiri kokok meski ada kerusakan. Kalau mau melihat bangunan aslinya, kita mesti masuk ke dalam. Tiang-tiang di tengah bagian masjid itulah bagian asli masjid di masa lalu. Bangunan yang sekarang adalah pengembangannya.

Di sini kita bisa melihat peninggalan-peninggalan masa lalu seperti meriam yang ada di halaman. Juga ada Al-Quran cetakan batu di sini.

Vihara Thay Hin Bio - Budhi Marta Utama

Vihara Thay Hin Bio (Foto: Budhi Marta Utama)

Vihara Thay Hin Bio

Masih di kawasan Teluk Betung, kita bisa melihat-lihat Vihara Than Hin Bio. Posisinya tepat sebelum deretan toko oleh-oleh yang ada di jalan Ikan Kakap. Sekali parkir, kita sudah bisa belanja oleh-oleh dan wisata sejarah di sini.

Pada awalnya vihara ini didirikan atas keinginan masyarakat Lampung keturunan Tionghoa. Dinamakan Vihara Kuan Im Thing. Dalam perjalanannya vihara ini diperluas dan berganti nama menjadi Vihara Than Hin Bio.

Monumen Gunung Krakatau

Sebenarnya monumen ini adalah sebuah rambu laut seberat 250kg yang terlempar karena hempasan tsunami setinggi 40 meter akibat letusan Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883.

Berada di depan Kantor Polda Lampung, monumen ini berada di Taman Dipangga yang asri dan sejuk. Banyak pepohonan besar yang ditanam di situ. Berada di Jl. W.R. Supratman Telukbetung Bandar Lampung, menjadi titik nol kilometer Lampung.

Taman kupu-kupu Gita Persada - tempat wisata bandar lampung - yopie pangkey

Kupu-kupu di Taman Kupu-kupu Gita Persada.

Taman Kupu-kupu Gita Persada

Taman kupu-kupu Gita Persada terletak di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung. Di kaki Gunung Betung, bersebelahan dengan Taman Rusa Tahura Wan Abdul Rahman. Menuju kemari bisa lewat Sumur Putri dan Bumi Kedaton. Namun kalau dari pusat kota, saya memilih lewat Perum Langkapura. Hanya sekitar 3 km dari SLB dengan kondisi jalan yang bagus.

Di taman ini kita bisa melihat banyak kupu-kupu dari dekat. Selain itu bisa belajar tentang siklus kehidupan kupu-kupu dimulai dari kepompong. Waktu terbaik berkunjung adalah di pagi hari saat cuaca cerah.

Tahura Wan Abdul Rahman - tempat wisata di bandar lampung - Yopie Pangkey

Salah satu viewing platform di Tahura WAR.

Kawasan wisata Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman

Ada banyak spot yang bisa kita kunjungi di sini. bisa melihat dan mencoba viewing platform Tahura Wan Abdul Rahman (Tahura WAR). Kita bisa memanjat tangga dan berdiri di atas balkon yang dibuat di atas pohon yang tinggi. Dan tentu melihat pemandangan dan foto-foto di atasnya.

Di Taman Rusa, sudah disediakan beberapa spot foto cantik dan lucu. Sudah banyak anak muda, dan keluarga yang berkunjung kemari. Biasanya mereka foto-foto lalu upload di Instagram.

Lanjut ke Halaman 2 ya, ada:
Muncak Teropong Laut
Puncak Mas
Air Terjun Batu Putuk
dst

 

Next Halaman 2


Ayo bagikan ke kawan-kawanmu yang lain.

16 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *